Hal inilah yang
membedakan ajaran Veda, Hindu dengan ajaran-ajaran agama-agama Abrahamik
(Islam, Kristen dan Yahudi). Jika dalam Veda dianjurkan untuk tidak
langsung percaya pada apa yang diungkapkan oleh Veda dan menganjurkan
pengikutnya untuk mencoba mengkaji apa yang disampaikan oleh Veda, namun
dalam ajaran Abrahamik hal ini sangat bertolak belakang. Semua ajaran
Abrahamik menuntut umatnya untuk terlebih dahulu memiliki “iman” akan
hal-hal mendasar dalam ajaran mereka.
Dalam ajaran Islam, iman
mendasar yang harus dimiliki adalah yakin dan percaya bahwa hanya ada
satu Tuhan, yaitu Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah. Disamping itu
umat muslim juga harus percaya pada adanya kiamat, penghakiman akhir,
padang masyar, syurga (sorga), keyakinan bahwa Islam adalah agama
terakhir yang menyempurnakan agama-agama sebelumnya dan hanya Islam-lah
satu-satunya jalan mencapai Tuhan, Allah.
Demikian juga dalam
ajaran Kristen, orang Kristen harus beriman pada Yesus sebagai Tuhan
anak, Allah Bapa dan Roh Kudus. Mereka harus yakin bahwa Yesus adalah
satu-satunya juru selamat yang telah mengorbankan dirinya untuk
menyelamatkan umat manusia yang percaya kepadanya dari ancaman api
neraka.
Bagaimana jika mereka
menyangsikan dogma mendasar ini? Mereka akan dikatakan tidak beriman
bahkan dalam istilah dalam ajaran islam mereka dapat dikatakan
orang-orang kafir yang akan menderita dalam api neraka selama-lamanya
setelah kiamat nanti.
Yang menarik disini
adalah bahwa iman ternyata dapat membuat orang melakukan sesuatu di luar
logika. Kita ambil contoh kasus bom bunuh diri. Mantan kepada BIN
(Badan Inteligen Negara), Jendral (purnawirawan) Hendropriyono dalam
disertasi Doktor-nya di UGM mengatakan bahwa yang mungkin melakukan bom
bunuh diri hanyalah karena alasan ideologi, bukan hal lain. Ideologi
lewat dogma-dogmanya ternyata dapat mengeliminir akal sehat manusia.
Pelaku bom bunuh diri sangat yakin bahwa dengan melakukan mati syahid
akan menjadi syuhuda yang sudah pasti akan masuk ke Sorga dan hidup
kekal dalam kebahagiaan dengan 72 bidadari cantik dan berbagai fasilitas
kenikmatan abadi lainnya. Anehnya, apa mereka tahu dengan detail
tentang surga? Apakah sudah ada pembuktian akan kenikmatan surga diluar
teks-teks kitab suci?
Bahkan doktrin ideologi
modern seperti yang pernah dikembangkan oleh NAZI Jerman yang sujatinya
adalah kebanggaan absurd atas teori Max Muller dalam mengartikal arti
kata Arya dalam Rg. Veda dapat membunuh akal sehat manusia. Baru-baru
ini di Alabama dan Georgia berkembang ideologi neo-nazi yang disebut
White Power groups, The Aryan National Front yang dipimpn oleh Bill
Riccio yang kembali mengumandangkan ideologi Nazi Jerman yang pernah di
pimpin Hitler. Hanya dengan doktrin bahwasanya mereka adalah keturunan
orang Arya yang paling sempurna dan paling mulia yang diciptakan oleh
Tuhan sudah membuat mereka rela melakukan apapun, bahkan mati untuk
ideologi-nya. Padahal pada kenyataannya tidak ada teori ilmiah maupun
sumber yang dapat dipercaya yang membenarkan keyakinan mereka.
Hukum pancung dan hukum
gantung yang juga banyak dilakukan karena dogma-dogma agama juga sudah
sangat banyak terjadi. Kita ambil contoh bagaimana Galileo di eksekusi
mati karena yakin dan membenarkan pandangan Copernicus bahwa Bumi itu
bulat dan pusat tatasurya kita adalah Matahari. Hal ini sangat
bertentangan dengan apa yang diajarkan dalam Al-Kitab. Al-Kitab
mengajarkan bahwa Bumi ini datar dan Matahari-lah yang mengelilingi
Bumi. Sehingga orang-orang yang beriman pada Alkitab dan para pemimpin
gereja mati-matian menentang apa yang disampikan oleh Galileo. Akibat
kebenaran inilah Galileo harus merelakan nyawanya melayang di tangan
orang-orang yang beriman pada Tuhan. Namun sebelum Galileo dieksekusi
setelah mengaku bersalah dihadapan dewan agama berbisik “Eppur si muove” Ia (bumi) tetap bergerak.
Mari kita tengok
sekilas ayat-ayat Alkitab yang mengakibatkan pengikut Yesus sampai harus
menghukum mati Galileo karena teorinya itu;
1. Alkitab mengatakan bumi memiliki 4 penjuru;
Ia akan menaikkan suatu panji-panji
bagi bangsa-bangsa, akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang,
dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari ke empat
penjuru bumi. [Yesaya 11:12], [Hebrew: ‘arba` = empat; kanaph= sudut,
pojok, penjuru]
Kemudian dari pada itu aku melihat
empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan
keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di
laut atau di pohon-pohon. [Wahyu 7:1]
2. Melihat seluruh permukaan Bumi dari Ketinggian:
Ketika aku sedang tidur, kulihat
sebuah pohon yang tumbuh di tengah-tengah bumi. Pohon itu sangat tinggi;
batangnya besar dan kuat. Puncaknya sampai ke langit, sehingga dapat
dilihat oleh semua orang di bumi. [Daniel 4:10-11]Pohon yang Tuanku
lihat itu begitu tinggi, sehingga puncaknya sampai ke langit, dan dapat
dilihat oleh semua orang di bumi. [Daniel 4:20]
Dan Iblis membawanya ke puncak gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepadanya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. [Matius 4:8]
Note: para penginjil akan berkilah
bahwa itu hanya mimpi daniel, iblis membawa masuk ke alam roh,
dst..namun perhatikan logika ‘melihat semua’ dari ketinggian tertentu!
Setinggi2nya suatu tempat tidak mungkin melihat yang ada di bagian bumi
di bawahnya [bulat]..kecuali tempat itu datar dan bila ini dianggap cuma
mimpi buat apa dikategorikan suci sehingga masuk alkitab? Berarti
Alkitab tidak semuanya adalah wahyu Tuhan kan?
3. Bumi memiliki tiang:
Yang
menggeserkan bumi dari tempatnya, sehingga tiangnya bergoyang-goyang.
[Ayub 9:6]..Tiang-tiang langit bergoyang-goyang, tercengang-cengang oleh
hardik-Nya. [Ayub 26:11]
Note: Ibrani/hebrew untuk tiang = ammuwd; langit = shamayim, ‘owr = petir, halilintar; penggunaan kata petir bukan tiang ada di Ayub 37:11
Note: Ibrani/hebrew untuk tiang = ammuwd; langit = shamayim, ‘owr = petir, halilintar; penggunaan kata petir bukan tiang ada di Ayub 37:11
4. Matahari yang beredar mengelilingi Bumi:
..
Ia memasang kemah di langit untuk matahari, yang keluar bagaikan
pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan
yang hendak melakukan perjalanannya. Dari ujung langit ia terbit, dan ia
beredar sampai ke ujung yang lain; tidak ada yang terlindung dari panas
sinarnya. [Mazmur 19:4-6]
5. Bumi memiliki ujung:
untuk
memegang ujung-ujung bumi, sehingga orang fasik dikebaskan dari padanya
[Ayub 38:13]…..dan juga kilat petirnya ke ujung-ujung bumi. [Ayub
37:3]..Karena ia memandang sampai ke ujung-ujung bumi. [Ayub 28:24]
[note: mereka akan berkilah bahwa
tidak ada perbedaan antara tanah dan bumi dalam bahasa inggris..namun
ayat2 ini berbicara bumi bukan tanah , lihat di Ayub 38:4, ‘…meletakan
dasar bumi..’]
Sebab itu orang-orang yang diam di
ujung-ujung bumi takut kepada tanda-tanda mujizat-Mu; tempat terbitnya
pagi dan petang Kaubuat bersorak-sorai.[Mazmur 65:8]
engkau yang telah Kuambil dari
ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku
berkata kepadamu: “Engkau hamba-Ku, Aku telah memilih engkau dan tidak
menolak engkau”[Yesaya 41:9]
Ya TUHAN, kekuatanku dan bentengku,
tempat pelarianku pada hari kesesakan! Kepada-Mu akan datang
bangsa-bangsa dari ujung bumi serta berkata: “Sungguh, nenek moyang kami
hanya memiliki dewa penipu, dewa kesia-siaan yang satupun tiada
berguna. [Yeremiah 16:19]
6. Kubah Langit dan Batas langit
Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya [AMSAL 8:27]
Yang mendirikan anjung-Nya di langit
dan mendasarkan kubah-Nya di atas bumi; yang memanggil air laut dan
mencurahkannya ke atas permukaan bumi–TUHAN itulah nama-Nya. [Amos 9:6]
Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalan-jalan sepanjang lingkaran langit! [Ayub 22:14]
7. Yesaya [40: 22] menyatakan bumi itu datar:
Dia yang bertakhta di atas bulatan
bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit
seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
Versi inggrisnya:
[It is] He who sits above the circle of the earth, And its inhabitants [are] like grasshoppers, Who stretches out the heavens like a curtain, And spreads them out like a tent to dwell in. [NJKV]
[It is] He who sits above the circle of the earth, And its inhabitants [are] like grasshoppers, Who stretches out the heavens like a curtain, And spreads them out like a tent to dwell in. [NJKV]
Perhatikan kata ‘curtain’ dalam
bahasa Inggris namun diterjemahkan sebagai ‘kain’ di versi LAI. Kata
asli dalam leksikon ibraninya adalah ‘doq, artinya: Veil=tudung. kubah;
curtain= korden, tirai [sama sekali tidak mendekati kata ‘kain’]
kata ‘erets di ALKITAB banyak
digunakan, berikut adalah arti dan jumlah pemakaiannya dialkitab: land
[Tanah] =1543 x, earth [tanah/bumi]= 712 x, country [daerah]= 140 x,
ground [permukaan tanah]= 98 x, world[dunia] = 4 x.
‘erets secara statisktik lebih banyak di artikan sebagai ‘tanah’ daripada ‘bumi’ dan memang tergantung konteks pemakaian
Kata
chuwg, di Alkitab dipakai 3 kali: Circle=1 , circuit=1, compassed=1,
Definisi: to encircle, encompass, describe a circle, draw round, make a
circle
Jadi, seharusnya terjemahannya kedalam bahasa Indonesia adalah:
Ia yang bersemayam di tonjolan Bumi[‘erets], dan penduduknya [adalah] bagai belalang, ia yang menarik langit bagai kubah[doq], dan membentangkannya bagai kemah untuk di huni
Ia yang bersemayam di tonjolan Bumi[‘erets], dan penduduknya [adalah] bagai belalang, ia yang menarik langit bagai kubah[doq], dan membentangkannya bagai kemah untuk di huni
Bagaimana bentuk Kubah? Atap yang
melengkung diatasnya sebuah bidang datar. Ini adalah persis seperti
maksud surat Amsal 8:27 dan Amos 9:6 di atas
Arti [‘doq] versi LAI menjadi ‘kain’
bukan kubah, ini juga menjadi menarik! Bagaimanapun cara mereka
menghindar dengan memanipulasi kata menjadi ‘kain’ namun mereka tetap
lupa untuk sekalian memanipulasi satu kata lagi yaitu membentangkan!
Bagaimana bentuk sesuatu saat
dibentangkan? Ia berada dalam keadaan datar/lurus, Disamping itu pula,
di dalam Kitab Yesaya saja kita temukan beberapa indikasi kuat bahwa ada
Ujung Bumi [Yesaya 5:26, 24:16, 42:10, 48:20], ujung langit [Yes 13:5]
dan bagaimana tuhan menciptakan Bumi dari ujung ke ujung [Yes 40:28],
ujung-ujung bumi [Yes 41:5, 41:9, 43:6, 45:22], Bumi memiliki 4 Penjuru
[, Bumi memiliki 4 Penjuru [Yes 11:12]
Tidak ada penduduk di muka bumi yang
menyerupai belalang, maka ‘dwelling above the circle of earth atau
bersemayam di tonjolan bumi’ jelas merupakan metaphora yang berarti
‘bersamayam di atas bukit atau gunung (lengkungan/tonjolan tanah/bumi).
Alasan ini lebih masuk akal mengingat Alkitab juga merekam bahwa
Abraham, Yakob, Iskak dan Musa kerap kali diperintahkan Allah untuk
menghadap ketempatNya yang sangat jelas dan spesifik disebut sebagai
GUNUNG TUHAN, misal:
-
- Lalu berangkatlah mereka dari gunung TUHAN…[Bil: 10:33, Juga Yesaya 2:3; 30:29, zakharia 8:3]
- Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?” [Mazmur 24:3]
- dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub [Mikha 4:2]
- Gunung lainnya yang sering disebut-sebut sebagai tempat menghadap diantaranya adalah Gunung Sion (Yesaya [2:2], [24:23]; Mazmur [74:2]), Gunung Horeb gunung Allah, nama lain Gunung Sinai? (1 raja-raja [19: 8]; keluaran [3:1], [3:12], Kel [19:3] dan Ulangan [1:6]), Gunung Ebal (Yos [8:30], 8:33), Gunung Hor, Lebanon (Ulangan 32:50-51), Efron, Pegunungan di Utara Judah, Effraim (Kejadian [49:29]), Gunung Sinai (Kel [19:16-21]), Gunung Moria, sebelah Timur Yerusalem (Kejadian [22:2], [22:11], [22:14]; 2 tawarih [3:1]), Gunung (Wahyu [21:10], 2 petrus [1:18])
- Empat penjuru bumi dapat juga berarti 4 arah mata angin namun di kitab wahyu dituliskan bumi memiliki hanya 4 Penjuru. Kalimat ini hanya dimungkinkan pada bentuk BUMI yang datar dan mempunyai 4 sudut (Persegi)
- Dari suatu tempat yang tinggi dapat melihat seluruh permukaan bumi, hanya dimungkinkan dengan satu kondisi yaitu BUMI itu DATAR
- Sampai ke ujung Bumi ujung-ujung, dapat diartikan seluruh penjuru tempat, namun terdapat Yesaya [41:19] menggunakan kata UJUNG dan PENJURU dan terdapat kata-kata memegang ujung-ujung, sehingga tidak tepat dikatakan seluruh penjuru, dan hanya terjadi jika BUMI itu DATAR.
- Bumi memiliki tiang yang dapat bergoyang dapat di artikan sebagai ada gempa, Adanya tiang menunjukan bahwa BUMI diciptakan dahulu dan setelah itu LANGIT di ciptakan sehingga harus disangga agar langit tidak jatuh menimpa. Amsal [8:27] mendukung hal ini, dimana Bumi sudah ada terlebih dahulu, dan Langit baru hendak dipersiapkan.Ujung langit dan bumi adalah Samudera. Ini juga menyatakan bahwa Bumi datar dengan Langit seperti Kubah yang juga didukung Amos 9:6, Ayub [22:14] dan Yesaya [40:22].
- Yesaya [40:22] justru menunjukan Bumi itu Datar, Ia menunjukan Tuhan bersemayam yaitu di tonjolan Bumi sebagai arti kiasan dari bukit atau Gunung, yang disebut sebagai GUNUNG TUHAN tempat Allah Yakub. Disamping itu di ayat Yesaya lainnya juga tegas sekali dinyatakan bahwa bumi mempunyai empat penjuru dan ujung-ujungnya.
- Alkitab menjelaskan bahwa Mataharilah berjalan pada Bumi yang datar (dari satu Ujung ke Ujung yang lain). Bumi itu Diam tidak berputar.
Disaat kitab suci menolak
untuk dikaji, kitab suci dijunjung sebagai kebenaran mutlak yang tidak
boleh diperdebatkan, maka bencana-bencana seperti dua kasus diatas pasti
akan terjadi.
Oleh karena itu anda
sebagai orang yang intelek, yang punya kecerdasan dan nalar yang tinggi
sudah seharusnya keluar dari dogma-dogma dan doktrin agama. Apalagi anda
pengikut Veda, sudah sewajarnya berusaha berpikir kritis akan segala
sesuatu. Bahkan ajaran Sang Buddha, Avatara Tuhan yang ke-9 dalam Dasa
Avatara yang tertuang dalam kitab Kalama sutta mengatakan; “Jangan
percaya begitu saja pada sesuatu yang anda dengar. Janganlah percaya
begitu saja pada suatu tradisi, karena telah berlangsung untuk banyak
generasi. Janganlah percaya pada sesuatu yang sedang dibicarakan dan
didesas-desuskan oleh banyak orang. Janganlah percaya begitu saja pada
sesuatu karena telah tertulis dalam kitab-kitab agama. Janganlah percaya
begitu saja sesuatu yang diucapkan gurumu atau orang-orang yang lebih
tua.”
Oleh karena itu banggalah menjadi Hindu, Banggalah sebagai bagian dari agama Timur. Banggalah menjadi bagian dari agama ilmiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar